Sabtu, 17 Maret 2012

Kontol panjang gede sang artis


Tidak mudah bekerja sebagai camera-man di suatu production house. Jadwal kerjanya juga sering aneh, siang, malam, dini hari, atau subuh, dengan gaji yang pas-pasan saja. Tapi apa daya? Aku tidak punya pilihan dan keahlian lain, paling tidak, sekarang belum ada pilihan kerja lain!
Aku juga sering frustasi. Maklumlah sebagai pria homoseks - aku sering berkesempatan memandangi tubuh lelaki ganteng para aktor atau model yang sedang shooting, dengan tubuh mereka ketat dan nikmat tanpa aku pernah bisa menikmatinya.
Aku hanya boleh ngiler melihat cowok-cowok yang ganteng dengan tubuh berotot itu berpelukan atau pura-pura berciuman dengan artis pasangan mainnya dalam adegan FTV (film TV) atau dalam sinetron.
Jika production house kami sedang memproduksi film laga, maka aku boleh menikmati pemandangan aktor-aktor cowok bertelanjang dada, lengkap dengan kedua puting susu yang sensual dan kedua belah ketiak yang ditumbuhi rambut hitam lebat nikmat dan merangsang itu.
Sementara itu tubuh mereka juga berkilat - akibat basah oleh keringat yang bercucuran dari dada dan punggung mereka. Mula-mula keringat itu muncul di permukaan kulit dalam bentuk butiran-butiran, lalu bergabung jadi aliran bagaikan sungai kecil di tubuh mereka yang bertonjolan otot ketat dan nikmat itu. Jika boleh, mau aku rasanya menjilati tubuh mereka itu dengan lidahku sendiri sambil mengeringkan tubuh mereka dari keringat. Pasti terasa gurih, nikmat dan sangat ledzat!.
Jika melihat lengan-lengan mereka yang kekar, rasanya ingin sekali aku memeluk lengan berotot ketat itu. Pasti nikmat!
Ada beberapa aktor atau pemain sinetron yang merupakan favoritku. Sayangnya aku harus memendam perasaan. Kalau sempat bisa kontak, ngobrol atau berurusan dengan mereka aku sering salah tingkah.
Kalau ada aktor ganteng berdiri dekat-dekat aku, tidak jarang aku jadi lemas dan berdebar-debar karena rangsangan yang muncul akibat keberadaan mereka di dekatku. Memang tidak semua aktor seganteng wajahnya dalam film. Tapi secara umum, dalam keadaan sebenarnya umumnya memang mereka cakep.
Bahkan ada yang pada keadaan sebenarnya jauh lebih cakep dibandingkan dengan penampilannya di di layar kaca. Seperti misalya : Irgi (Ahmad Fahrezi).
Sayangnya, Irgi tubuhnya kurang berotot, mungkin dia harus sedikit latihan binaraga di Klub Ade Rai (KLAR) seperti Primus Yustisio waktu mau main jadi "Yoko" - Sang Petinju!.
Otot dada, otot perut dan otot lengan Irgi juga kurang atletis/ketat. Sebagai cowok-imut, tentu Irgi tidak perlu sangat berotot seperti Primus atau Ade Rai, tapi dia perlu lebih atletis agar jadi lebih gagah, kelaki-lakian, sexy, sensual dan merangsang para penonton serta penggemarnya, baik cewek dan cowok-homo. Cowok yang "normal" (straight, tentu tak perduli mau Irgi berotot atau tidak!).
Yang lebih penting lagi buat Irgi adalah bahwa latihan binaraga penting untuk meningkatkan vitalitas seksual Irgi. Dalam usianya yang 26 tahun, saat cerita ini ditulis -(Irgi lahir Mei 1976), sebetulnya Irgi sudah waktunya untuk kawin.
Tentunya untuk bisa membahagiakan isterinya kelak, Irgi juga harus mempersiapkan vitalitas fisik dan kemampuan seksualnya agar serasi dengan wajah gantengnya dan supaya embatannya (!) terasa nikmat. Baik buat Irgi sendiri maupun untuk sang pacar yang kelak jadi pasangannya.
Sayang sekali aku tidak dekat secara pribadi dengan Irgi, jadi tidak pantas untuk memberikan saran-saran yang sangat pribadi ini. Lagipula, Irgi seorang "straight", jadi tidak mungkin dia meng-akses situs gay-homo, seperti MOTN ini. Apalagi, Irgi selalu sibuk, dan jadwal hariannya sangat ketat baik jadwal shooting, jadwal bisnis dan kerja di Malibu 62 di Kelapa Gading, Dago (dan Pekan baru) maupun jadwal untuk pacar dan keluarganya. Seharusnya, manajer-nya bisa memberi saran. Sedangkan, teman dekatnya Ool (Carolina Zachrie/ Lesmana) adalah seorang cewek, jadi tidak pantas memberi masukan yang sangat pribadi.
Sebetulnya, untuk menjaga ke-imutannya, Irgi juga perlu mencabuti rambut ketiaknya, supaya tidak terlalu lebat. Sedangkan, jembutnya cukup di-trim atau dirapikan - dengan digunting di sana-sini, tidak perlu dicukur atau dicabuti. Seba, jembut Irgi merupakan bukti dan tanda kedewasaan serta kejantanannya - di samping tentu kontolnya yang ledzat dan sudah sunat itu!
Untuk menyiapkan masa-masa berkeluarga (yang belum jelas kapan), Irgi sudah perlu segera mulai meningkatkan libido dan produksi spermanya, yaitu dengan diet seimbang, olahraga teratur (ditambah fitness dan binaraga) dan dilengkapi secara teratur minum seduhan Pasak Bumi. Cerita homo sejenis kontol panjang bisa anda nikmati lainya di ceritadewasa17tahun.info Juga secara teratur Irgi perlu makan jamu : Tongkat Wasiat Madura, Tongkat Ali (dia sudah tahu waktu sekolah di Sunway College - Malaysia), Irex, dan campuran atau adukan : telor ayam kampung + merica sedikit + kecap + madu. Sekian dulu pesan untuk Irgi dan aku lanjutkan ceritaku :
Dalam keadaan aku frustasi, tiba-tiba saja aku dapat rejeki nomplok. Pada suatu hari aku tugas shooting diluar kota dengan 2 aktor laga terkenal (bukan Irgi, lho) di lapangan.
Untuk tempat menginap dan menyimpan peralatan shooting, production house kami menyewa villa. Karena lokasi jauh dari kota, jika kemalaman, para aktor dan aktris terkenal juga menginap di villa itu. Malam itu hujan lebat sekali dan kami terpakasa menginap di villa itu.
Waktu itu, sudah pukul 01:00, semua crew sudah pada tidur. Kecuali "D" yang masih nonton Metro-TV. Katanya dia tidak bisa tidur. Karena belum mengantuk dan aku juga sedang "bete" tidak bisa tidur, maka aku duduk di sofa disampingnya - ikut nonton TV.
Baru 5 menit aku duduk, tiba-tiba saja dia mulai merangkul-ku (padahal dia straight dan punya anak-isteri), lalu menciumi aku (aku harus mengakui bahwa sebetulnya aku ini lumayan cakep dan imut).
Karena belum pernah merasakan kasih-sayang cowok, maka ajakan itu aku terima dengan bahagia. Aku menurut saja. Akhirnya dia membawa aku ke kamar tidurnya (dia tidur sendirian). Di kamar itulah aku mengenal untuk pertama kalinya, rasanya mengisap kontol dan menelan pejuh, juga perih (dan nikmatnya) bool-ku yang perawan di embat Aa atau Akang "D". Aku bahkan juga disuruh (dan aku mau saja) menjilati ketiak, puting susu dan lobang pantatnya. Terakhir, dia masih mengencingi wajah dan dadaku di kamar mandi, bahkan memaksa aku menampung air kencingnya yang sedang memancar dari kontolnya yang besar langsung ke dalam mulut-ku yang masih perawan. Malam itu aku merasa telah dijadikan lelaki sejati oleh "D"-ku tersayang. Besoknya, shooting selesai, seluruh crew dan pemain sinetron kembali ke Jakarta dan aku maupun "D" tidak pernah membicarakan peristiwa terindah dalam hidupku itu.
Sekarang - aku pikir-pikir - apakah mau cari kerja lain atau tidak? Diam-diam aku berharap dapat kesempatan mendapat rejeki nomplok lagi - diembat aktor ganteng yang nggak bisa tidur atau lagi "bete". Lumayan kan? Sedaaap!. Kapan lagi, ya?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar